#navbar-iframe {display:none}

Minggu, 19 Juli 2009

Mendeteksi Mesin Panas Susah Hidup Pengapian Atau Karbunya?

OTOMOTIFNET - Lazimnya problem yang sering terjadi di motor, saat mesin dalam kondisi lama tidak dipakai atau dingin akan susah distart. Namun yang dialami Astri Panglima pada Yamaha Scorpio Z keluaran 2005 dan Jeff Prasetia dari Bandung, Jabar pada Suzuki Satria FU150 2008-nya justru sebaliknya.

“Kalau sudah panas sekitar 1 jam pakai, mesinnya jadi susah dihidupkan, bahkan suka enggak mau nyala lagi,” keluh Astri pada OTOMOTIF via email.

Kejadian senada dialami Indrawan dari Lampung pada Honda Tiger Revolution 2008-nya. “Sudah dibawa ke bengkel tapi tetap saja masalah itu tidak teratasi,” ujar Indra, sapaan akrabnya. Menurut Endro Sutarno, instrukstur Astra Honda Training Center (AHTC), ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut.


Gbr 1 Gbr 2

“Bila settingan karbu masih standar pabrik, bisa jadi penyebabnya karena kerenggangan klep (gbr.1) berubah. Atau gap businya (gbr.2) tak sesuai spesifikasi yang dianjurkan,” urai Endro. Memang kala mesin dingin, ketidaktepatan clearance/gap kedua komponen itu masih mampu mengimbangi permintaan mesin. Tapi begitu suhu mesin meninggi, terjadi pemuaian yang menyebabkan spek-nya berubah melampaui batas ideal.

Tapi bila ternyata spesifikasi kedua part tersebut normal-normal saja, Endro memprediksi permasalah mungkin terjadi pada sektor pengapian. “Karena pada Tiger sistem pengapiannya AC, bisa jadi sepul pengapiannya (gbr.3) bermasalah. Itu kalau sampai mesin benar-benar susah dihidupkan lagi ya,” jelas Endro saat dihubungi via telepon seluler.


Gbr 3 Gbr 4

Pendapat senada dilontarkan Yayat Suryana, chief mekanik Ami Jaya Motor, dealer resmi Yamaha di kawasan Depok 2, Jabar. “Kami juga cukup sering menangani permasalahan seperti ini. Umumnya akibat ada komponen pengapian yang bermasalah. Bisa dari koil (gbr.4) yang sudah lemah atau pulser pengapiannya,” bilang Yayat.

Indikasinya begini. Saat mesin panas, lantaran kinerja koil sudah mulai gak benar, biasanya koil akan ikutan panas. “Nah, koil yang mudah panas biasanya akan membuat loncatan apinya jadi ngaco,” terang Yayat. Untuk memastikannya, lanjut Yayat, bisa dicek secara manual. Yakni dengan melihat loncatan apinya dari kabel koil (dites waktu mesin lagi bermasalah susah hidup). Atau bisa juga dengan memeriksa tahanan koilnya.


Gbr 5

“Lazimnya di motor Yamaha tahanan koil idealnya sekitar 7,5 – 8 Ohm. Lebih atau kurang dari itu, akan membuat kinerja pengapian jadi gak benar. Tapi bila ternyata kondisi koilnya baik-baik saja, untuk motor bersistem pengapian DC, kemungkinan lain bisa juga karena pulsernya (gbr.5) mulai bermasalah. Sehingga waktu mesin panas, kemampuan mengirimkan pulsa pengapian jadi suka ngaco,” tambah Yayat. Untuk memastikannya juga kudu dicek besar tahanannya pula.

“Kalau memang tahanannya sudah di luar batas normal, saya anjurkan untuk diganti baru. Baik itu koil maupun pulser. Tergantunga mana yang bermasalah,” saran Yayat.

Penulis/Foto: DiC/Agust

Atasi Kabel Gas Skutik Nyangkut Trik Tepat Saat Darurat

OTOMOTIFNET - Saat digas, pada putaran mesin tertentu (biasanya di 2.000-2.500 rpm) skutik akan langsung berakselerasi. Sebab transmisinya kan otomatis. Sehingga tak perlu pake masukin persneling lagi.

Nah, coba bayangkan bila kabel gasnya nyangkut sehingga putaran mesin ogah turun meski grip gas sudah ditutup. Pastinya motor bakal jalan terus dong.

Kondisi ini sangatlah berbahaya saat menghadapi kemacetan atau saat motor baru dihidupkan. Kalau rider tidak sigap menekan tuas rem, pastinya motor bakal langsung nyelonong.

Hal itu pernah dialami Mr. Testo saat turing Jakarta-Bali awal Juni lalu. Saat itu Mr. Testo mengendarai Suzuki Spin 2008 yang jarak tempuhnya baru 6.500 km. “Saat riding dari Malang (Jatim) menuju Yogyakarta. Tiba-tiba di tengah jalan, putaran mesin ogah turun walau grip gas sudah ditutup,” tutur Mr.Testo.

Akhirnya, Mr. Testo memutuskan berhenti dan meminta pada teknisi yang ikut dalam rombongan untuk memeriksa penyebabnya. Ternyata biang keroknya lantaran kerja kabel gas seret.

“Pelumas di dalam selongsong kabel gas tampak kering. Tapi ini hal yang aneh, karena motor belum begitu lama dipakai tapi kabel gasnya cepat banget bermasalah,” bingung Arief, mekanik dari Mitra2000 yang coba menangani Spin itu.


Gbr 2

Dan ternyata kejadian serupa juga pernah dialami Sugeng, salah satu peserta turing dari sebuah media roda dua ternama di Tanah Air.

“Spin gue juga dulu pernah kayak gini. Malah udah beberapa kali ganti kabel gas akibat hal yang sama,” akunya. Mungkin Anda juga pernah mengalaminya pada Spin atau skutik merek lain kesayangan?

Kalau memang ya dan kejadian itu dialami di tengah perjalanan yang jauh dari bengkel, “Langkah darurat yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal itu adalah melepas tali gas yang terhubung ke grip gas, lalu coba tuang sedikit bensin ke dalam selongsong kabel gas (gbr.1),” saran Arief.

Setelah itu tarik ulur kabel gas biar bensinnya turun ke lebih dalam (gbr.2). Tujuannya untuk merontokkan karat atau kerak yang bersarang dalam selongsong kabel. Oh ya, biar bensin yang dituang enggak terbuang percuma, pada ujung kabel gas dipasang bungkus plastik yang kemudian diikat karet gelang atau tali sehingga membentuk semacam corong (gbr.3).


Gbr 3

Jika sudah, bila di dekat lokasi Anda ada tukang tambal ban, minta bantuan tukang tambal ban untuk menyemprot lubang selongsong kabel pakai angin bertekanan.

Lalu tuangkan oli encer ke dalam selongsong kabel (wadah plastik dalam kondisi masih terpasang di ujung selongsong kabel) sembari kabel gasnya ditarik ulur lagi. Lakukan hal itu berulang-ulang sampai dirasakan kabel tak lagi seret.

“Cara ini buat emergency saja. Sebaiknya bila sudah menemukan bengkel, segera ganti kabel gas baru. Sebab kalau tidak, kabel gasnya akan nyangkut lagi. Bahaya buat keselamatan,” wanti Arief.


Penulis/Foto: DiC/Agust.


Pelindung Sein Yamaha Mio Cegah Jengkel Sehabis Parkir

OTOMOTIFNET - Pulang wakuncar (waktu kunjung pacar) dan JJM (jalan-jalan ke mal), bukannya gembira, Eko malah jengkel. Gara-gara skutiknya yang diparkir baret-baret di bagian lampu sein. Keruan ini mengundang tanya Hendi, sahabatnya.

Duilehh.. tampang lo lecek amat Ko. Ada apa sih!” tanya Hendi. “Abis berantem sama doi lo?”
“Gak, Hen. Justru itu gue lagi kesal!” sahut Eko sembari nyeritain kejadian nyebelin di parkiran motor itu.
“Ah itu mah biasa. Tapi enggak usah bingung, gue punya solusinya, kok!”
“Gimana, tuh?” kejar Eko penasaran.

Hendi pun bilang, kalo kejadian yang dialami Eko kerap dirasakan pemilik skutik lain. Makanya, ia mau kasih tipsnya. “Bikinnya gampang, cuma pake kawat nyamuk aja. Biar sinar lampu sein tetep keliatan sama yang lain, lubang kawat nyamuknya cari yang agak gede (gbr.1),” ujarnya.

Harga kawat nyamuknya, sekitar Rp 10 ribuan per meter dan ada di toko bangunan. Untuk cara pasangnya Hendi praktikkan ke motor Yamaha Mio milik Eko. “Tapi trik ini bisa diterapkan di motor lain, kok. Tinggal sesuaikan sama mika lampunya aja!”

Oke! Keluarkan tool kit buat bikin cover lampu sein, antar lain; obeng kembang (+), kunci pas ukuran 10 dan juga siapin gunting. Langsung bongkar yuks! Ikuti langkah ini.


Gbr 1 Gbr 2

1. Buka dua baut yang mengikat pelat nomor dengan kunci pas 10.

2. Copot baut dudukan pelat nomor pakai obeng kembang (+). “Kalo keras, pake obeng ketok, tapi mukulnya hati-hati, nanti dudukan pelat itu yang di dalam bisa miring,” sarannya.

3. Lepas 4 baut pengikat cover depan atau tameng pakai obeng kembang (+). “Jangan lupa, baut yang di depan juga ada,” sambil nunjukin 2 baut yang ada di kanan-kiri dek depan (gbr.2). Eits! Soketnya jangan lupa dicabut, ya!

4. Copot baut lampu sein depan berikut mikanya, manfaatkan obeng kembang (gbr.3).

5. Setelah mika lepas, ukur panjang dan lebar kawat nyamuk tadi dan dibentuk sesuai lekukan mika lampu seinnya. “Lekukannya dilipat ke dalam mika, biar tak kelihatan (gbr.4),” tambah pria kelahiran Batavia ini.


Gbr 3 Gbr 4

Setelah beres, tinggal pasang seperti semula deh! “Selain lampu sein, bisa juga buat cover yang lain lo,” tambah Hendi. Misal mika lampu depan, lampu rem belakang dan bisa buat nutupin kisi-kisi alias lubang udara di bodi.

“Biar tampilan tambah keren dan cihuy, bisa disemprot dulu pake cat kaleng, sebelum dipasang ke mika lampu seinnya,” tutup pria yang nongkrong di G Motor daerah Bintaro, Jaksel.

Oke, kan Ko?

Penulis/Foto: Teguh/Teguh

Template by : kendhin x-template.blogspot.com